Kopma UNY Dalam Koperasi Goes to Campus

Kopma UNY Dalam Koperasi Goes to Campus

Oleh: Teuku Tajul Kamil
01 June 2026

Saat Kopma UNY Terbang ke Balikpapan

Pertengahan Mei 2026, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menggelar sebuah program yang tidak biasa: mengundang dua koperasi mahasiswa terkuat di Indonesia untuk hadir langsung di hadapan mahasiswa Balikpapan dan membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar organisasi kuno yang identik dengan simpan pinjam.

 

Program tersebut bernama Koperasi Goes to Campus, bagian dari Gerakan Cinta Koperasi Balikpapan yang diinisiasi DKUMKMP Kota Balikpapan. Dan di antara dua koperasi mahasiswa yang dihadirkan sebagai narasumber, nama Kopma UNY berdiri bersama Kopma UGM.

Dua Nama yang Dipilih Bukan Kebetulan:

Ketua Umum Kopma UNY Sesa Nugroho Sativa dan Ketua Umum Kopma UGM Faisal Agymnastiar Rahmad hadir sebagai narasumber dalam program Koperasi Goes to Campus di Balikpapan, Mei 2026. Kehadiran keduanya menjadi bukti nyata bahwa koperasi mahasiswa mampu tumbuh menjadi unit usaha profesional yang diakui secara nasional.

 

Kehadiran Kopma UNY di Balikpapan bukan sekadar kunjungan. Ini adalah pengakuan bahwa apa yang dibangun selama bertahun-tahun di Yogyakarta, ekosistem bisnis mahasiswa yang nyata, bukan simulasi dan layak menjadi model bagi koperasi mahasiswa lain di seluruh Indonesia.

 

Mengapa Balikpapan, dan Mengapa Sekarang?

DKUMKMP Kota Balikpapan menginisiasi program Koperasi Goes to Campus sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah kota untuk menghidupkan kembali semangat berkoperasi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Program ini hadir dalam bentuk roadshow yang menyasar kampus-kampus di Balikpapan.

 

Dalam program ini, DKUMKMP menunjuk tiga perguruan tinggi sebagai kampus percontohan pendirian koperasi mahasiswa: Universitas Mulia, Universitas Balikpapan, dan STIE PAN Balikpapan. Ketiga kampus ini dipilih untuk menjadi titik awal gerakan membangun ekosistem koperasi mahasiswa yang modern dan relevan di Kalimantan Timur.

 

Tantangan yang Ingin Dipatahkan

Kepala Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, yang turut terlibat dalam program ini, mengidentifikasi tantangan mendasar yang dihadapi koperasi mahasiswa di Indonesia saat ini. Ia menyebut bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada sistemnya, melainkan pada cara generasi muda memandang koperasi itu sendiri.

 

Selama ini koperasi mahasiswa kerap diasosiasikan sebagai organisasi konvensional yang kurang menarik dan hanya berfokus pada simpan pinjam. Di era dominasi startup dan bisnis digital, stigma ini semakin menguat di kalangan mahasiswa yang justru paling berpotensi menjadi penggerak koperasi masa depan.

Pandangan Dr. Pudjiati, Kaprodi Manajemen Universitas Mulia:

"Koperasi mahasiswa harus menjadi laboratorium praktik, bukan hanya organisasi administratif. Melalui digitalisasi layanan, pengelolaan profesional, dan program usaha yang relevan, koperasi bisa menjadi ruang belajar, berjejaring, sekaligus berwirausaha bagi mahasiswa."

 

Di sinilah kehadiran Kopma UNY dan Kopma UGM menjadi sangat strategis. Keduanya bukan datang membawa teori, mereka datang membawa bukti.


Bagikan Artikel: